pentingnya sosialisasi pengembangan budaya politik

BUDAYA POLITIK

 

Mata Pelajaran   :    PKn

Semester            :    III

SK 1                     :    Menganalisis Budaya Politik yang ada di Indonesia

KD 1.3                 :    Mendeskripsikan pentingnya sosialisasi pengembangan budaya politik

Indikator            :

  1. Mengemukakan pengertian Sosialisasi Politik
  2. Mengemukakan segi penting Sosialisasi Politk
  3. Menyebutkan fungsi sosialisasi politik
  4. Menjelaskan mekanisme sosialisasi politik
  5. Menjelaskan Proses yang terdiri dari Tipe dan Agen Sosialisai politik

 

 

SOSIALISASI PENGEMBANGAN BUDAYA POLITIK

 

  1. Pengertian

Pengertian Umum

Jadi, sosialisasi politik adalah proses dengan mana individu-individu dapat memperoleh pengetahuan, nilai-nilai, dan sikap-sikap terhadap sistem politik masyarakatnya.

 

Pengertian Menurut Para ahli

  1. David F. Aberle, dalam “Culture and Socialization

Sosialisasi politik adalah pola-pola mengenai aksi sosial, atau aspek-aspek tingkah laku, yang menanamkan pada individu-individu keterampilan-keterampilan (termasuk ilmu pengetahuan), motif-motif dan sikap-sikap yang perlu untuk menampilkan peranan-peranan yang sekarang atau yang tengah diantisipasikan (dan yang terus berkelanjutan) sepanjang kehidupan manusia normal, sejauh peranan-peranan baru masih harus terus dipelajari.

  1. Gabriel A. Almond

Sosialisasi politik menunjukkan pada proses dimana sikap-sikap politik dan pola-pola tingkah laku politik diperoleh atau dibentuk, dan juga merupakan sarana bagi suatu generasi untuk menyampaikan patokan-patokan politik dan keyakinan-keyakinan politik kepada generasi berikutnya. 

  1. Irvin L. Child

Sosialisasi politik adalah segenap proses dengan mana individu, yang dilahirkan dengan banyak sekali jajaran potensi tingkah laku, dituntut untuk mengembangkan tingkah laku aktualnya yang dibatasi di dalam satu jajaran yang menjadi kebiasaannya dan bisa diterima olehnya sesuai dengan standar-standar dari kelompoknya.

  1. Richard E. Dawson dkk.

Sosialisasi politik dapat dipandang sebagai suatu pewarisan pengetahuan, nilai-nilai dan pandangan-pandangan politik dari orang tua, guru,  dan sarana-sarana sosialisasi yang lainnya kepada warga negara baru dan mereka yang menginjak dewasa.

  1. S.N. Eisentadt, dalamFrom Generation to Ganeration

Sosialisasi politik adalah komunikasi dengan dan dipelajari oleh manusia lain, dengan siapa individu-individu yang secara bertahap memasuki beberapa jenis relasi-relasi umum. Oleh Mochtar Mas’oed disebut dengan transmisi kebudayaan.

  1. Denis Kavanagh

Sosialisasi politik merupakan suatu proses dimana seseorang mempelajari dan menumbuhkan pandangannya tentang politik.

  1. Alfian

Mengartikan pendidikan politik sebagai usaha sadar untuk mengubah proses sosialisasi politik masyarakat, sehingga mereka mengalami dan menghayati betul nilai-nilai yang terkandung dalam suatu sistem politik yang ideal yang hendak dibangun.

 

 

  1. Beberapa segi penting sosialisasi politik, sebagai berikut.
    1. Sosialisasi secara fundamental merupakan proses hasil belajar, belajar dari pengalaman/ pola-pola aksi.
    2. memberikan indikasi umum hasil belajar tingkah laku individu dan kelompok dalam batas-batas yang luas, dan lebih khusus lagi, berkenaan pengetahuan atau informasi, motif-motif (nilai-nilai) dan sikap-sikap.
    3. sosialisasi itu tidak perlu dibatasi pada usia anak-anak dan remaja saja (walaupun periode ini paling penting), tetapi sosialisasi berlangsung sepanjang hidup.
    4. bahwa sosialisasi merupakan prakondisi yang diperlukan bagi aktivitas sosial, dan baik secara implisit maupun eksplisit memberikan penjelasan mengenai tingkah laku sosial.

 

  1. Fungsi  Budaya Politik
    1. Membentuk dan mewariskan kebudayaan politik suatu bangsa
    2. Memelihara budaya politik suatu bangsa dari generasi ke generasi
    3. Merupakan kebudayaan politik
    4. Menciptakan kebudayaan politik yang baru sama sekali
    5. Memelihara, merubah, dan menciptakan kebudayaan politik

 

  1. Mekanisme Sosialisasi Politik

Untuk membentuk budaya politik yang konduksif, maka diperlukan metode sosialisasi politik yang dapat ditempuh dengan 2 cara pendidikan politik dan indoktrinasi.

  1. Pendidikan Politik

Menurut Alfian, pendidikan politik dapat diartikan sebagai usaha sadar untuk mengubah proses sosialisasi politik masyarakat sehingga mereka memahami dan menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam suatu sistem politik ideal hendak dibangun.

  1. Indoktrinasi

Proses indoktrinasi politik adalah proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai-nilai, norma, dan simbol yang dianggap ideal oleh pihak yang berkuasa.

 

  1. Proses Sosialisasi Politik

Sosialisasi politik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses dengan jalan mana orang belajar tentang politik dan mengembangkan orientasi pada politik.  

Sosialisasi politik ada dua tipe yaitu:

-       Langsung

-       Tidak langsung

 

 Adapun agen atau sarana alat yang dapat dijadikan sebagai perantara/sarana dalam sosialisasi politik, antara lain :

1)     Keluarga (family)

Wadah penanaman (sosialisasi) nilai-nilai politik yang paling efisien dan efektif adalah di dalam keluarga. Di mulai dari keluarga inilah antara orang tua dengan anak, sering terjadi “obrolan”  politik ringan tentang segala hal, sehingga tanpa disadari terjadi tranfer pengetahuan dan nilai-nilai politik tertentu yang diserap oleh si anak.

2)     Lingkungan pertemanan

3)     Sekolah

Di sekolah melalui pelajaran civics education (pendidikan kewarganegaraan), siswa dan gurunya saling bertukar informasi dan berinteraksi dalam membahas topik-topik tertentu yang mengandung nilai-nilai politik teoritis maupun praktis. Dengan demikian, siswa telah memperoleh pengetahuan awal tentang kehidupan berpolitik secara dini dan nilai-nilai politik yang benar dari sudut pandang akademis.

4)     Partai Politik  

Salah satu fungsi dari partai politik adalah dapat memainkan peran sebagai sosialisasi politik. Ini berarti partai politik tersebut setelah merekrut anggota kader maupun simpati-sannya secara periodik maupun pada saat kampanye, mampu menanamkan nilai-nilai dan norma-norma dari satu generasi ke generasi berikutnya. Partai politik harus mampu men-ciptakan “image” memperjuangkan kepentingan umum, agar mendapat dukungan luas dari masyarakat dan senantiasa dapat memenangkan pemilu.

5)     Media massa

6)     Kontrak langsung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

Sosialisasi politik adalah suatu proses untuk memasyarakatkan nilai-nilai atau budaya politik ke dalam suatu masyakat, sehingga masyarakat menjadi mengerti tentang politik tersebut. Ada beberapa metode sosialisasi politik diantaranya yaitu; metode imitasi (peniruan), instruksi (perintah) dan motivasi (dorongan). Adapun sarana-sarana untuk mensosialisasikan politik kepada masyarakat yaitu melalui; keluarga, sekolah, kelompok pergaulan, tempat kerja, media massa dan kontak-kontak politik secara langsung.

 

 

 

Pertanyaan

 

Kelompok 1

Jelaskan dampak positif dan negatif indoktrinasi? Dan Bagaimana cara masyarakat agar terbebas dari indoktrinasi!

Jawaban :

Dampak negatif : masyarakat tidak bisa memilih sendiri sesuai dengan keinginannya karena masih diatur oleh pihak-pihak yang berkuasa

Dampak positif : seperti pada m

 

Kelompok 2

Bagaimana sosialisasi politik yang ditanamkan sejak dini kepada anak

Jawaban :

 

 

Kelompok 4

Mengapa dalam budaya politik diperlukan sosialisasi? Dan bagaimana upaya pemerintah dalam menjalankan sosialisasi politik!

Jawaban :

Karena Sosialisasi politik digunakan untuk menggambarkan proses dengan jalan mana orang belajar tentang politik dan mengembangkan orientasi pada politik.

 

 

 

About these ads