Tempat-tempat bersejarah yang dikunjungi oleh finalis ana’ dara kallolo SMAN 2 Sengkan RSBI pada tanggal 15 Juli 2012.

  1. Mesjid Tello’e

Islam masuk di Wajo pada sekitar  tahun 1610 masehi pada masa pemerintahan Petta Lasangkuru patau Mulajaji Sultan Abdurrahman. Sekitar tahun inilah Mesjid Tello’e dibangun oleh As-Ssyeikh Al Habib Jamaluddin Al Akbar Husaini Keturunan 17 Baginda Rasul. Sedangkan mesjid Tello’ e di bangun sekitar tahun 1621 M pada masa pemerintahan arung matowa Wajo ke 15 Lapakallongi Toallinrungi. Konon katanya mesjid ini di bangun dari campuran telur, batu dan pasir. Mesjid ini runtuh ketika perang Bone melawan Wajo. (Narasumber tokoh masyarakat desa Tosora, Bapak Alam).

                                                                                                                                      

  1. Sumur Jodoh

Ada yang mengatakan nama dari sumur jodoh ini adalah ‘Bungung baranie’, tempat prajurit-prajurit tempo dulu dimandikan sebelum terjun ke medan perang. Tapi menurut kepercayaan dari sebagian orang jika air sumur ini digunakan baik itu dimandi ataupun hanya sekedar membasuh wajah maka jodoh orang itu akan segara mendekat. (Narasumber tokoh masyarakat desa Tosora, Bapak Alam).

 

  1. Geddong’e

Timbul beberapa pendapat tentang nama Geddong’e.  Ada yang mengatakan bahwa Geddong’e dulunya merupakan tempat penyimpanan alat-alat perang dan hasil bumi ada juga yang mengatakan sebagai tempat penyimpanan uang (Bank). Geddong’e di bangun pada masa pemerintahan Lasalewangeng To Tenriruwa sekitar tahun 1718 M. Bahan baku bangunannya dari pasir, batu gunung dan telur. (Narasumber tokoh masyarakat desa Tosora, Bapak Alam)

                                                                                                                                      

  1. Makam Lasalewangeng To Tenriruwa

Lasalewangeng To Tenriruwa merupakan Arung Matowa Wajo ke-30. Beliau pernah menjadi raja di limpo/negeri kampiri (Arung Kampiri). La Salewangeng memperkuat persenjataan Wajo dan mempersiapkan peperangan terhadap  Bone dan Belanda kira-kira tahun 1715-1736. La Selawangeng wafat dan dimakamkan di Wajo pada tahun 1736. Namanya tetap dikenang oleh orang Wajo. Ia digelar “Petta Lassoe Ri Patujunna”. (Narasumber tokoh masyarakat desa Tosora, Bapak Alam dan sebagian artikel dari internet)  

 

 

  1. Makam Petta Lataddangpare Puangrimaggalatung

Beliau adalah arung matowa Wajo ke-4 yang berhasil menjadikan Wajo kerajaan besar yang makmur kira-kira sekitar tahun 1498-1528.

Lataddangpare’ Puangrimaggaltung membawa masa kejayaan pada kerajaan Wajo yang paling ,menonjol di bidang ekonomi. Karena pada masa pemerintahan beliau, masyarakat yang menanam padi satu kali, panennya sampai tujuh kali. (Narasumber tokoh masyarakat desa Tosora, Bapak Alam)

 

  1. Makam Petta Lanterilai Tosengngeng

La Tenrilai’ Tosengngeng adalah Arung Matowa Wajo ke-23. Ia diangkat menjadi Arung Matowa setelah menggantikan Arung Matowa La Paremma Torewa Matinroe ri Passiringna kira-kira tahun 1651-1658.

La Tenrilai’ Tosengngeng memegang tampuk pemerintahan dari tahun 1658-1670. Beliaulah yang mendirikan Tosora menjadi Ibukota Kerajaan Wajo yaitu antara tahun1660-1670. (Narasumber tokoh masyarakat desa Tosora, Bapak Alam)

 

  1. Makam Besse Idalatikka

Besse Idalatikka adalah perempuan tercantik Wajo pada masanya. Konon ceritanya kayu dari makam Idalatikka adalah kayu impor dari Malaysia, di ukir di Kalimantan dan di persiapkan dua bulan sebelum beliau meningggal.

                                                                                                                                      

  1. Saoraja Mallangga

Saoraja ini dibangun sekitar tahun 1930, pada era kerajaan Ranreng Bettengpola ke-26, Datu Makkaraka yang juga dikenal sebagai ahli lontara.

Pembangunannya membutuhkan waktu sekitar 2 tahun lebih. Sebagai bangunan peninggalan sejarah, Saoraja Mallangga kemudian diusul menjadi museum pada tahun 1993, dan diresmikan oleh Gubernur Sulsel, HM Amin Syam sebagai museum pada tahun 2004. (Narasumber: kakak panitia pendamping) 

 

  1. Makam Lamaddukelleng Daeng Simpuang

Ketika Wajo kalah dalam perang melawan Bone. Lamaddukelleng Daeng Simpuanglah yang hadir menyelamatkan Wajo. Beliau  kemudian menjadi arung matowa Wajo ke 31 di lantik saat perang. Beliaulah yang telah memerdekakan Wajo, sehingga dia di beri gelar Arung Pamaradekangengngi Wajo. (Narasumber: kakak panitia pendamping)   

 

  1. Gua Nippong

Gua Nippong terdapat di pegunungan sebelah Timur Kota Sengkang. Gua Nippon berupa terowongan yang dibuat oleh tentara Jepang sebagai tempat persembunyian dan pertahanan pada Perang Dunia ke-2. Jumlahnya tak kurang dari 10 buah, namun saat ini sebagian di antaranya sudah tertutup tanah secara alami. (Narasumber : Pundang / juru kunci gerbang goa).

 

Nama    : Isri Mirajni

Kelas     : X Akselerasi 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s